Dulu waktu saya masih SD, ada teman saya yang suka mimisan (menurut wikipedia, bahasa kedokterannya adalah epistaksis – keadaan pendarahan yang keluar dari lubang hidung). Nah, pokoknya dia ini gak bisa kepanasan, kelamaan sedikit di bawah sengatan matahari, langsung deh mimisan.
Walhasil yang paling sering terjadi adalah dia mimisan pas upacara bendera tiap hari Senin.
Dan jadilah dia pengunjung setia ruang UKS (Usaha Kesehatan Sekolah) setiap kali upacara.
Sementara anak-anak lain upacara, dia tiduran di ruang UKS yang adem, ditungguin salah satu guru, dibikinin teh hangat pula.
Dia beneran mimisan. Dia beneran “menderita”. Dia beneran tidak suka dengan penyakitnya itu, tapi dia juga beneran “menikmati” akibat dari penyakitnya itu. Gak perlu ikut upacara, disayang-sayang sama gurunya, dan teh hangat itu tadi.
Kemudian… beberapa hari terakhir ini saya sering banget -alias selalu- melihat wajah seorang cewek cantik di televisi yang muncul menceritakan, membeberkan, semua penderitaan yang baru saja ia alami. Jadilah dia saat ini lebih populer dari artis siapapun di Indonesia. Wartawan mengikuti dia kemana-mana, dijaga terus sama pengacaranya, plus ada pasukan yang mengawalnya.
Reaksi cewek berinisial M ini terhadap deritanya membuat saya teringat sama teman saya yang suka mimisan dulu itu. Reaksi mereka sama terhadap “penderitaan”.
Lukanya beneran. Penderitaannya beneran. Tapi si cewek M ini tau benar bagaimana menjadikan penderitaannya tidak cuma berujung jadi penderitaan semata tapi menjadi sebuah keuntungan buat dirinya.
Si cewek M saat ini sedang menikmati berada di ruang UKS yang adem, dijagain, disayang-sayang, sambil menyeruput teh hangatnya perlahan-lahan dan setitik ego di hatinya berharap “Jangan sembuh dulu dong… masih enak nih disini…”
Jadi kalau ada kalimat “berbahagia di atas penderitaan orang lain” yang ini namanya “berbahagia di atas penderitaan diri sendiri”… gosh, is it as sick as it sounds?
Mengingat teman saya yang suka mimisan tadi (eh, mimisan juga berawalan huruf M! hahaha)… kalau nanti saya punya kesempatan ketemu sama dia, saya mau tanya sama dia, “Elo kan udah tau kalo kepanasan elo bisa mimisan. Terus kenapa pas upacara elo selalu memilih berdiri di tempat yang panas sih?”
Mungkin… cewek M yang lagi ngetop-ngetopnya itu juga bisa menjawabnya…
atau dia akan menjawab, “Because my mom told me that’s the best place for me. I love my mom.“

Recent Comments