Sepertinya hari ini bisa masuk di dalam hari saya paling banyak bicara. Saya juga gak tau kenapa. Mungkin karena hari ini ini dibuka langsung oleh dua sesi wawancara. Satu untuk radio. Satu untuk televisi. Dan namanya juga wawancara, dimana saya ditanya dan harus menjawab biar gak kelihatan bego-bego amat dan biar gak dibilang “orangnya gak asyik” jadi saya juga harus bisa memanjang-manjangkan jawaban saya. Mungkin itu makanya ke jam-jam berikutnya saya jadi keterusan ngomong terus.
Dari shooting program televisi sebenernya saya udah berniat “menyepi” karena mau menulis. Tapi begitu sampai di kafe tujuan, ya kok spot favorit saya di kafe udah sudah terisi. Akhirnya saya malah masuk ke kantor pemilik kafe yang kebetulan teman saya sendiri, yang kebetulan juga udah cukup lama gak ketemu, yang artinya kami jadi ngobrol kesana kemari.
Lanjut dari niat “menyepi” tapi malah terjebak “obrolan kesana kemari” itu, saya ketemuan sama Dd dan pacarnya Dv dan melakukan trip pendek dari Kemang, ke Ragunan, ke Kuningan, lalu ketemuan lah sama Mdi dan suaminya, lalu pacar menyusul… dan… ramailah suasana!
Dan sumpah saya gak berhenti ngomong. Lagi-lagi gak tau kenapa.
Topik obrolan hari ini benar-benar beragam… beraneka… berwarna… hehehe… mulai dari wawancara radio dimana saya ujuk-ujuk diminta bicara tentang Krisis Ekonomi Global saat ini (saya rasa mereka memilih nara sumber pake “cap cip cup kembang kuncup”), bicara seputar karir-film-skenario-astrada-citacita-dll di program televisi yang saya sampai lupa nanya kapan tayangnya dan di tivi apa, ngobrolin hal seputar kopi-coklat martini-selebritis-pacar-kebahagiaan-amerika-norwegia-dll di kantor pemilik kafe, minta maaf di HP dalam perjalanan dalam mobil ke teman saya karena gak bisa dateng ke pernikahannya, mengucapkan selamat ulang tahun yang udah telat dua hari lagi-lagi lewat HP, sampai percakapan bersama Dd Dv Mdi Pacar tentang Indonesia era 40-an-internet-penyanyi bernama Che something-demam cikunguya-Tarzan Kota-gua yang rubuh-serangan jantung-sampai sebuah situs virtual tarot yang ternyata jawaban semua ramalannya bisa kita ciptakan sendiri- dan… sebuah lagu yang menerangkan bahwa kepompong bisa merubah ulat menjadi kupu-kupu!
Dan di antara semua itu terselip juga dialog-dialog “maya” antara saya dan teman-teman yang lagi senang-senangnya berkirim pesan melalui sebuah situs pertemanan bernama Plurk yang gak tau kenapa juga hari ini lagi “happening” banget, plus dialog-dialog “maya” lain antara saya dan para karakter saya di skenario yang lagi saya kerjakan.
Intinya… tiba-tiba hari ini saya jadi ekspresif sekali rasanya… (jauh lebih ekspresif daripada kaki saya! hehehe)… dan tau-tau begitu sampai rumah saya baru menyadari bahwa saya capek banget… Hahaha… capek juga ternyata jadi manusia ekspresif… tapi di sisi lain saya sekaligus merasa lumayan lega.
Dan inilah kemudian saya mencoba ekspresif yang terakhir kali sebagai penutupan hari ini dengan bercerita hal yang sebenarnya gak penting-penting amat tadi melalui blog saya ini.
Hmmm… besok mau jadi pendiem lagi ah… mau jadi impresif lagi… walau sebenarnya secara rasa, baik ekspresif dan impresif, sama melelahkan nya…
If you know what I mean…



Recent Comments