Tadi pagi saat penerbangan ke Belitung buat shooting film… salah satu kru mendekati saya sebelum naik pesawat, “Mbak… ini pertama kali lho saya naik pesawat…”
Terus saya jadi merhatiin dia. Lucu banget. Ketika pramugari memperagakan cara-cara penyelamatan darurat, dia bener-bener konsen memperhatikan.
Cara pemakaian sabuk pengaman, dia ikut membuka dan menutup kembali sabuk pengamannya.
Posisi baju pelampung, dia meraba bawah kursinya.
Masker oksigen, dia melihat ke langit-langit pesawat di atas kepalanya.
Pintu darurat, dia menjulurkan kepalanya mau tau dimana letak pintu darurat.
Sementara… puluhan penumpang lain gak ada yang memperhatikan. Asyik ngobrol, ngelamun ngeliat keluar, bahkan ada yang sudah jatuh tertidur. Pastinya puluhan penumpang lain sudah sering naik pesawat dan hafal luar kepala peragaan tersebut.
Hafal… beda tipis sama bosen… beda tipis sama terlalu pede…
Karena memang cara kita berlaku terhadap hal baru dan hal lama bisa jadi jauh berbeda.
Saya… dulu pertama kali bisa nyetir, selalu memastikan semua ter-set dengan benar sebelum mulai berjalan. Sekarang sih cuek aja. Toh selama ini semua baik-baik aja.
Saya… dulu pertama kali punya laptop, selalu rajin membersihkan, membawanya dengan hati-hati, memastikan prosedur menyalakan dan mematikan dengan benar. Sekarang sih ampun deh… kasian si “pobi” laptop saya ini.
Saya… awal-awal menulis skenario, selalu rajin men-cek ulang, berkali-kali sebelum dikirim… sekarang… boro-boro… setelah menuliskan kata “the end”, langsung kirim tanpa dicek ulang…
Sinting…
Kenapa ya saya begitu?
But don’t we all?
Punya barang baru disayang-sayang, lama-lama diterlantarkan.
Punya pacar baru cintanya gila-gilaan, lama-lama biasa aja.
Pernikahan yang dirayakan besar-besaran, kemudian dibilang membosankan.
Hidup yang dijalani dengan hati-hati, kemudian dihadapi tanpa pakai hati.
Mungkin… mungkin… seperti kita yang sudah sering naik pesawat…
Peragaan nya gitu-gitu aja… gak ada perkembangan…
Kita merasa sudah hafal luar kepala…
Dan ini yang paling gawat… selama ini toh gak pernah terjadi apa-apa…
Kita terlalu pe-de jadi manusia.
Padahal… kita gak akan pernah tau apa yang akan terjadi.
Padahal… sekecil apapun suatu hal, kita tidak punya hak untuk menyepelekan.
Padahal… keinginan untuk memperhatikan… bukan dosa…
Padahal… rasa sayang, rasa cinta butuh dipelihara…
Padahal… hidup tak pernah sama…
Hidup itu baru setiap hari…
Gampang banget ya saya ngomong… padahal sudah bertahun-tahun saya juga milih membaca majalah saja daripada merhatiin pramugari memperagakan gimana caranya mengaitkan, mengencangkan, dan melepaskan sabuk pengaman…
“pelampung ada di bawah kursi anda dan hanya digunakan pada saat pendaratan darurat di air…”


Recent Comments