Beberapa jam yang lalu, saya kumpul sama teman-teman masa kuliah… cuma bertujuh sih… tapi cukuplah buat “refill the energy” setelah sekian lama ketemu sama orang-orang yang sama hampir setiap hari. Menyenangkan ternyata cerita-cerita lagi tentang “dulu”. Apalagi kalau ngomongin dulu kita suka sama siapa, siapa suka sama kita… hahaha…
Beberapa jam yang lalu itu, kami terseret arus ke masa silam… termasuk saya yang terseret juga ke masa dimana saya suka sama satu nama yang ikut datang juga tadi. Teman-teman yang lainlah yang dengan tega menyeret saya. Gak cuma puas menyeret saya dan satu nama itu ke masa lampau, teman-teman pun dengan frontal menyarankan agar cerita dulu terjadi lagi di masa sekarang. Saya dan nama itu cuma ketawa-ketawa aja. Cukup susah sih untuk menahan pipi biar gak merah, menahan perut untuk gak melahirkan kupu-kupu lagi…
Tapi… untungnya saya cukup kuat.
Bagaimanapun setiap “rasa” juga punya waktunya sendiri. Rasa kupu-kupu beterbangan dalam perut gara-gara satu nama, ya cuma dimiliki sama waktu itu. Setelah waktu nya lewat… kupu-kupu nya juga pergi, berganti kupu-kupu lain buat nama lain juga. Sejak kupu-kupu milik dia pergi, entah berapa juta detik yang terlewati, entah berapa nama yang terlampaui, entah berapa kupu-kupu yang datang lalu pergi lagi… hingga sekarang.
Ketika kami berpisah tadi, lalu saya sendirian di dalam mobil, ada kupu-kupu baru yang terbang dalam perut saya… kupu-kupu yang muncul gara-gara tiba-tiba saya kangen sama “dia” yang saya miliki sekarang.
Lega juga bahwa ternyata saya tidak berlama-lama terseret ke masa silam dan berhasil membawa diri saya lagi ke masa sekarang…
ke saat ini…
ke detik ini…
ke satu nama yang kemudian saya kirimi sms: I love you.

Recent Comments