ada

10 01 2008

Manusia tidak cuma butuh untuk ada. Lahir, diberi nama, ada, lalu tiada. Karena menuju tiada, banyak titik ketika ada di pertanyakan. Karena menuju tiada, langkah seringkali harus menjadi lari, kata harus menjadi cerita, tangan harus menjadi sayap, rasa harus menjadi cinta, dan ada harus menjadi bermakna. Maka manusia tidak cuma butuh ada, manusia butuh bermakna. Sesingkat apapun. Sekecil apapun. Karena tiada akan menghilangkan ada, tetapi mengabadikan makna seorang manusia.