Bulan apa sekarang? Agustus…
Berarti delapan bulan tidak menulis disini. Antara sibuk sekali atau sama sekali tidak ada kesibukan yang justru membuat kehilangan mood untuk melakukan hal apapun termasuk mengisi blog.
Delapan bulan… banyak yang bisa diceritakan sebenarnya walaupun bisa juga dirangkai hanya dalam satu kalimat.
Delapan bulan bisa jadi terasa panjang, bisa juga terasa singkat. Seperti deretan foto-foto keluarga mulai dari masa kecil sampai masa tua yang ternyata bisa merangkum perjalanan hidup puluhan tahun, hanya sebatas satu sisi tembok di ruang tengah sebuah rumah.
Tapi mari kita lihat saja perbulan… apa yang menjadikannya penting… paling tidak buat saya karena saya yang punya blog
Saya coba memulainya dari Januari.
Januari 2010
Pertengahan Januari, saya menulis sekaligus mencoba menjadi produser sebuah film pendek berjudul Planet Gajah. Sutradaranya teman saya “nomer satu di dunia”, Sinyo. Dari sini kemudian muncul ide antara saya dan Dd (yang juga baru menjadi produser film pendek yang shooting di malam tahun baru berjudul Full Moon, yang kebetulan saya juga yang tulis dan sutradaranya Sidsal), untuk membuat rangkaian film pendek dalam satu film panjang yang biasa disebut dengan istilah Omnibus.

"full moon"

"planet gajah"
Sebuah cita-cita yang selanjutnya sampai detik ini sedikit demi sedikit mulai kami wujudkan tentu saja dengan kerjasama luarbiasa dari teman-teman sutradara… dengan segala keterbatasan, perbedaan visi, kesibukan masing-masing individu, proyek ini kemudian cukup menjadi pengisi hidup yang menyenangkan di delapan bulan ini.
Februari 2010
Omnibus serius berlanjut. Di bulan ini kami shooting sekaligus dua film pendek lagi berjudul Peron dan Roller Coaster, masing-masing sutradaranya Kin dan Edw.
Masalah lain di luar Omnibus muncul. Penundaan fee sebagai kru sebuah film yang sudah selesai shooting tahun lalu mulai mencuat di permukaan, atau paling tidak di antara kami para kru film tersebut, yang mulai gelisah karena merasa sudah memenuhi kewajiban tapi tak juga dipenuhi haknya. Masalah yang cukup membuat tidak cuma kepala yang sakit, tapi hati juga…
Status Facebook dari pihak-pihak tertentu pun mulai bikin parno. “Kayak aneh”
Maret 2010
Situasi sehubungan masalah di atas “memanas”. Saya stress berat. Tapi dibalik semua itu saya jadi tau kenapa Tuhan memilih dia untuk menjadi suami saya. Kekuatannya menjadi kekuatan saya ketika kesedihan saya menjadi kesedihannya. “Makasih ya sayang…”
Tuhan juga meng-anugerahi saya tempat curhat bernama Ntan dan Dsy… (hmmm… untuk dua nama ini saya sebenarnya butuh menulis postingan-postingan terpisah, karena mereka termasuk yang “selalu ada”… ) plus tentu saja semua kakak-kakak saya yang baik hati…
Bulan ini proyek omnibus berhasil shooting satu film lagi dengan sutradara Mas AS, judulnya “Payung”. Menyenangkan…

"payung"
April 2010
Saya dan sahabat-sahabat saya, Sit, Wit, Shin, (Wish you were with us, Git…), jalan-jalan ke Singapore. Tujuan utama Universal Studio yang baru buka. Tujuan fisik ya… Tujuan psikologisnya sih mau ngetest pertemanan karena kami bersahabat entah sudah berapa ratus tahun dan belum pernah travelling bareng. Perjalanan ke Singapore harusnya juga jadi satu postingan sendiri… tapi saya tak sempat… huhuhu… maaf ya, Monkeys…
Anyway tentu saja di sebuah perjalanan bersama, sifat asli individu pasti keluar… yang bagus dan yang jelek… but guess what… kami toh bisa melalui empat hari di singapore dan pulang ke Jakarta dalam keadaan utuh sebagai individu maupun empat sahabat. (Again, we missed you a lot there, Git…)

Oh ya… masalah “pelik” tentang hak kru yang saya ceritakan sebelumnya diselesaikan sudah. Walaupun kemudian saya belajar bahwa sebesar apapun uang yang dibayarkan tak bisa menghapuskan sakit itu. Tapi ya sudahlah. Daripada gila.
Untuk omnibus, kami berhasil shooting satu lagi berjudul “Tokek”. Sutradaranya Culap. Hmmmm… disini saya jadi pemain yang perannya cuma tidur terus… hihihi…
Mei 2010
8 Mei 2010 adalah Ulangtahun Pernikahan kami yang pertama. Setahun. Dan semua baik-baik saja. Tentu saja pertanyaan dari orang-orang masalah anak selalu ada dan makin banyak. Saya dan suami memutuskan memeriksakan diri ke dokter dan semua baik-baik saja. Berarti Tuhan pasti punya alasan yang indah kenapa kami harus menunggu
Di bulan ini, omnibus terus berlanjut dengan shooting satu film pendek lagi berjudul “Percakapan Ini”, sutradaranya Ipah.
Di bulan ini juga salah satu film yang saya tulis tayang di bioskop. Film yang mencoba berbicara ke penonton untuk selalu percaya pada impian. “Ketika kita sedang mengejar impian kita, percayalah impian itu juga sedang berlari ke arah kita.”
Juni 2010
Bulan ini saya genap berusia 34 tahun. Woooowwww…. Sementara saya selalu merasa umur saya sudah berhenti di 30 kemarin. Hehehe…
Film yang punya masalah dengan para kru yang saya ceritakan sebelumnya, tayang juga di bulan ini. Akhirnya… Film ini cukup menuai pujian di review-review nya. Cuma yang paling saya ingat adalah ketika saya dikirimi message dari salah satu sutradara favorit saya, “Kenapa tadi malam pas premiere, penulis skenarionya tidak diperkenalkan? Padahal penulis itu penting.”
Dan saya balas message tsb, “Banyak hal tidak penting yang membuat kehadiran saya tadi malam menjadi tidak penting.” … Ouch!
Juli 2010
Proyek omnibus mulai masuk tahap post production, tapi saya terpaksa meninggalkan Dd sebentar ke… Ambon!
Iya… saya ke Ambon dari tanggal 24 Juli sampai 4 Agustus kemarin untuk menjadi mentor di acara “Workshop Pembuatan Filem Generasi Muda Maluku 2010”. Pesertanya adalah 30 murid dari 6 Sekolah Menengah Atas di Ambon. Ada 6 mentor dari Jakarta (Hei, dari enam mentor yang ikut, empat di antaranya sutradara omnibus. Ditambah saya, jadi Dd ditinggalkan sejenak oleh lima rekannya. Maaf ya Dd!).
Di sini kami membimbing mereka, yang belum pernah membuat film sama sekali sebelumnya, sampai bisa menghasilkan 6 film pendek. Mengajarkan mereka tentang proses. Mengajarkan mereka bahwa ada banyak hal baru, di luar hal-hal yang sudah mereka jalani setiap hari.
“Katong su jago manyanyi mari katong biking film jua!”

Di sini juga, akhirnya saya bertemu lagi sama pantai, laut, dan bintang-bintang…
Dan mereka masih sama menyenangkannya seperti dulu ketika saya pertama kali mengenal mereka… mereka selalu berhasil membuat saya berharap hidup berhenti sejenak, disini, di titik ini…


Tapi tentu saja hidup berlanjut… dan disinilah saya berada sekarang di bulan Agustus. Bulan kemerdekaan buat Indonesia sekaligus tahun ini bulan puasa buat kaum muslim. Bulan dimana saya kembali menghadapi banyak deadline, pekerjaan rumah, janji sana sini yang harus segera saya penuhi…
Bulan apa sekarang? Agustus…
Belum akhir tahun… tapi rasanya saya sudah cukup penuh terisi sebagai manusia… tentu saja… dengan bocor-bocor kecil di sana sini… yang membuat sampai kapanpun kesempurnaan tak akan pernah terjadi…
well, that’s life…

Recent Comments